Opini
Mengapa Menulis Membuat Saya Lebih Paham Diri Sendiri Paid Members Public
Dari semua kebiasaan yang pernah saya coba—membaca buku, ikut kursus, riset teknologi baru—ada satu kebiasaan yang diam-diam paling banyak mengubah saya: menulis. Bukan menulis laporan. Bukan juga menulis caption Instagram. Tapi menulis yang jujur. Menulis yang muncul dari kepala, melewati hati, lalu mampir ke jari. Dan setiap kali
Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan Dunia dari Seorang Profesional Hari Ini? Paid Members Public
Dulu, jadi profesional itu soal gelar, jas, dan jargon. Kita diajarkan bahwa dunia menghargai mereka yang punya CV tebal, sertifikat segunung, dan jam kerja panjang. Tapi sekarang, saya nggak yakin itu cukup. Karena dunia hari ini nggak cuma berubah cepat—tapi juga berubah bentuk. Teknologi berkembang jauh melampaui kurikulum kampus.
AI, Etika, dan Perasaan Takut Paid Members Public
Mari jujur sebentar. Apa kamu pernah merasa... “Wah, kalau AI makin canggih gini, aku bakal digantikan?” Saya pernah. Bahkan sering. Sebagai seseorang yang berkecimpung di bidang teknologi, saya terbiasa dengan perubahan. Tapi perkembangan AI yang sekarang ini bukan cuma soal tools baru. Ia mengubah cara kita bekerja, berpikir, bahkan mendefinisikan
Belajar Lagi, Mulai Lagi Paid Members Public
Di tulisan sebelumnya saya bilang: teknologi nggak pernah nunggu. Dan AI adalah salah satu contoh paling nyata dari itu. Sekarang pertanyaannya: kalau kita nggak mau tertinggal, lalu harus bagaimana? Jawaban saya sederhana: kita belajar lagi. Kita mulai lagi. Saya tahu, itu nggak mudah. Belajar itu capek. Mulai itu berat. Terlebih
Ketika ChatGPT Jadi Guru Kedua: Apa yang Tersisa dari Daya Pikir Siswa? Paid Members Public
Sejak kehadiran ChatGPT dan berbagai kecerdasan buatan sejenis, cara belajar siswa mengalami lompatan besar. Di satu sisi, teknologi ini membuka akses informasi yang cepat, akurat, dan luas. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan yang menggigit: jika semua jawaban bisa didapat dalam hitungan detik, apakah siswa masih diajak untuk berpikir? Dalam
Negara Ini Tak Takut Perusuh, Tapi Takut yang Berpikir Paid Members Public
“Negara ini tak takut perusuh, tapi takut yang berpikir. Yang tak diam, yang tak tunduk, yang tak pura-pura tidur.” Kalimat ini lahir bukan dari ruang kosong. Ia tumbuh dari observasi panjang tentang bagaimana kekuasaan di negeri ini merespons keberanian rakyat. Bukan keberanian dalam bentuk fisik, bukan lemparan batu, bukan bentrokan
Teknologi tidak Pernah Nunggu: Antara Takut, Kagum, dan Riding the Wave Paid Members Public
Pernah nggak sih kamu ngerasa ketinggalan zaman… padahal kamu kerja di dunia teknologi? Itu saya. Kadang saya merasa takjub, kadang kewalahan, kadang—jujur aja—takut. AI berkembang gila-gilaan. Dari yang awalnya cuma chatbot lucu, sekarang udah bisa bantu pentesting, generate kode, nyusun strategi serangan, sampai bikin laporan yang kadang lebih
Saat Saya Berhenti Mengejar ‘Expert’, dan Mulai Belajar Jadi Berguna Paid Members Public
Dulu, saya punya mimpi jadi expert. Saya pikir, itu tujuan paling mulia di dunia teknologi. Orang yang paling jago di ruangan. Yang tahu tools dari A sampai Z. Yang kalau bicara, semua diam dan manggut-manggut. Yang punya reputasi dan bisa menyebut diri “senior engineer”, “principal”, atau bahkan “pakar”. Jadi saya